Mineral Sampling


Mineral Sampling
Setelah material mengalami tahap pemisahan mineral berharga dari mineral berharga dari pengotornya berdasarkan sifat fisik masing masing mineral. Dengan proses pengolahan mineral, penentuan kadar mineral umpan adalah salah satu faktor yang terpenting yang harus diketahui sebelum proses dilakukan. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik analisa kadar bijih untuk menentukan kadar umpan sebelum proses pengolahan mineral dilakukan.
Sampling adalah proses pengambilan sebagian kecil sampel dari total bijih yang akan diproses dan menghasilkan data yang mewakili kondisi bijih secara menyeluruh. Proses sampling menjadi snagat penting untuk menigkatkan akurasi proses pengolahan mineral secara keseluruhan sehingga proses pengolahan mineral menjadi lebih efektif dan efisien.
Sampling merupakan teknik pengambilan sampel dari sebagian kecil materi yang dapat mewakili data keseluruhan dari materi tersebut. Teknik sampling dikelompokkan menjadi dua.
            Probability Sampling
            Probability Sampling adalah teknik sampling yang dapat memberikan peluang yang relatif sama bagi setiap bagian kecil materi. Teknik ini antara lain sebagai berikut:
1.      Simple Random Sampling
Pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatiakan strata yang ada pada materi, dengan ketentuan materi tersebut telah homogen.
2.      Proportionate Stratified Random Sampling
Digunakan bila materi yang dijadikan sampel tidak homogen.
3.      Disproportionate Stratified Random Sampling
Digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila materi berstrata namun kurang proporsional.
4.      Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

Nonprobability Sampling
            NonprobabilitySampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap anggota materi untuk dipilih menjadi sampel. Tekniknya antara lain sebagi berikut:
1.      Sampling Sistematis
Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan urutan anggota materi yang telah diurutkan.
2.      Sampling Kuota
Sampling kuota dilakukan untuk menentukan sampel dari keseluruhan materi yang memiliki ciri-ciri tertentu.
3.      Sampling Insidental
Sampling Insidental dilakukan berdasarkan kebetulan, yaitu berupa kejadian incidental antara peneliti dengan sampelnya.
4.      Sampling Purposive
Sampling Purposive merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
5.      Sampling Jenuh
Sampling jenuh merupakan teknik penentuak sampel bila anggota populasi digunakan sebagai sampel.
6.      Snowball Sampling
Snowball Sampling merupakan teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
Metode pengambilan mineral sampling adalah :
1.                   Metode Paritan (Channel Sampling)
2.                   Metode Selokan Uji (Trenching)
3.                   Metode Chipping
4.                   Metode Sumur Uji (Test Pitting)
5.                   Metode Pemboran (Borehole Sampling)

1.      Metode Paritan (Channel Sampling)
Metode ini adalah metode yang paling banyak dipakai, terutama sangat cocok untuk deposit mineral yang berlapis, “banded”, dan deposit jenis urat (vein), dimana terdapat variasi yang jelas dalam ukuran butir dan warna, yang kemungkinan juga berbeda dalam komposisi dan kadar dari bahan-bahan berharga yang dikandungnya. Metode ini dapat dilakukan pada deposit mineral baik yang tersingkap di permukaan maupun yang berada di bawah permukaan tanah pada dinding cross-cut, raise, shaft, sisi-sisi stope, ataupun dinding samurai uji (testpit). Sebaiknya untuk tidak melakukan metode channel ini pada lantai terowongan, karena bagian tersebut biasanya kotor oleh bahan jatuhan yang sering dapat mengisi rekahan-rekahan yang ada. Kalau terpaksa membuat channel pada lantai, maka lantai harus dibersihkan dulu dari kotoran pada rekahan yang ada, kemudian permukaannya dibuat benar-benar bersih, setelah itu metode ini dapat dilakukan.

        2. Metode Selokan Uji (Trenching)
Metode ini berguna untuk menemukan bahan galian dan untuk memperoleh data-data mengenai keadaan tubuh batuan (orebody) yang bersangkutan, seperti ketebalan, sifat-sifat fisik, keadaan batuan di sekitarnya, dan kedudukannya. Cara pengambilan contoh dengan metode ini paling cocok dilakukan pada tubuh bahan galian yang terletak dangkal di bawah permukaan tanah, yaitu dimana lapisan penutup (over burden) kurang dari setengah meter.

        3.  Metode Chipping
Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh pada endapan bijih yang keras dan seragam, dimana pembuatan paritan sangat sukar karena kerasnya batuan. Contoh diambil dengan cara dipecah dengan plu geologi dalam ukuran-ukuran yang seragam dan tempat pengambilan tersebut dibuat secara teratur di permukaan batuan. Jarak dari setiap titik pengambilan baik secara horisontal dan vertikal dibuat sama (seragam) dan besarnya tergantung dari endapannya sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jigging Concentrator

Masjid Agung Cilegon