Magnetik Separator
Magnetik Separator
Sebagai salah satu proses
pemisahan dalam tahapan konsentrasi, konsentrasi magnetik merupakan pemisahan partikel mineral berdasarkan
tingkah laku mineral terhadap medan magnet dan sifat kemagnetan dari partikel
itu sendiri. Alat yang dipakai untuk proses pemisahan ini adalah Magnetic Separator. Cara ini dipakai
karena di alam ada material yang bila diletakkan di medan magnet dia akan
tertarik (magnetik mineral) dan ada pula yang tidak tertarik oleh magnet
(non-magnetik mineral). Syarat terjadinya pemisahan adalah adanya medan magnet
yang ditimbulkan oleh magnet permanen atau electromagnet.
Pemisahan magnetik hanya diterapkan terhadap
mineral-mineral yang bersifat magnetik. Magnetic separator basah biasanya digunakan untuk bijih lebih halus
dari 1⁄3 inchi. Separator ini dapat berjenis sabuk atau
yang paling umum jenis drum-putar. Separator
jenis drum terdiri dari satu atau lebih drum berputar yang elemen magnet bagian
dalamnya tidak berputar mempunyai kekuatan 3-7 pole. Magnet tersebut dapat
berupa electromagnet atau magnet
permanen. Setelah umpan memasuki peralatan sebagai lumpur, bahan bersifat
magnet ditarik ke bagian kutub dan dibawa ke titik pelepasan pada permukaan
drum. Banyak jenis kotak atau drum
yang digunakan. Jenis aliran searah paling sering digunakan bijih halus untuk mendapatkan endapan bersih.
Magnet tersebut dapat berupa electromagnet
atau magnet permanen.
Dahulu hanya jenis electromagnet
yang sering digunakan, tetapi sekarang magnet permanen digunakan terutama jika diinginkan kuat medan
yang sangat tinggi. Sekarang magnet permanen umum digunakan sejak bahan-bahan
modern memungkinkan menahan kuat medan yang tinggi secara tetap. Kebanyakan
magnet permanen adalah jenis alniko tetapi jenis keramik mengandung Barium Ferit akan makin sering
digunakan. Beberapa jenis magnetic separator yang telah dikembangkan
menerapkan arus bolak-balik, tetapi penggunaan komersilnya masih kecil. Separator intensitas tinggi untuk
pemisahan mineral-mineral
magnetik lemah biasanya digunakan jenis kering. Bijih harus benar-benar kering
dan halus untuk menghasilkan yang terbaik.
Pengaruh tegangan
permukan biasanya mempengaruhi pemisahan basah. Karena daya tarik magnetik
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, mineral-mineral magnetis lemah harus
didekatkan ke magnet jika akan dipisahkan. Peralatan yang digunakan berupa
jenis sabuk dan rol induksi. Medan
magnet yang diperlukan dapat dihasilkan dari magnet tetap ataupun dari magnet
yang umumnya lebih banyak dipakai. Magnetic
Separator dapat dikategorikan menjadi low
intensity dan high intensity Magnetic
Separator.
Prinsip kerja magnetik separator adalah bila sekumpulan mineral
(non-magnetik dan magnetik) dilewatkan dalam suatu medan magnet, maka
mineral-mineral yang bersifat magnetik akan tertarik sedangkan yang
non-magnetik tidak tertarik, sehingga pemisahan dapat dilakukan. Umpan
dimasukkan satu kesatuan dan jatuh masuk ke dalam drum yang bergerak. Drum
berputar disekitar magnet. Di bawah drum terdapat tiga wadah untuk menyeleksi
sifat magnet mineral. Mineral non magnetik akan jatuh cepat meninggalkan drum
dan masuk ke wadah khusus non magnetik. Mineral yang memiliki sifat magnet yang sangat kuat akan terus
mengikuti gerak drum dan akan menarik magnet serta jatuh masuk ke wadah khusus
mineral yang bersifat magnet. Begitu pula mineral yang middling akan masuk ke wadahnya. Selain medan magnet, gaya gravitasi juga sangat berpengaruh dalam
proses. Dengan cara mengatur intensitas medan magnet dari satu ujung ke ujung
yang lain, maka
pemisahan mineral dari non magnetik sampai yang bersifat sangat magnetik dapat
dilakukan.
Magnetic
Separator merupakan pemisahan fisik
pada partikel yang berbeda disertai dengan 3 gaya didalamnya yang saling berlawanan:
1.
Gaya magnetik (force magnetic)
2. Gaya gravitasi, sentrifugal, gesek atau inersia (inertial forces)
3. Gaya atraktif antar partikel
Ketiga gaya tersebut
menentukan separator yang mana
bergantung pada umpan dan karakterisasi separator.
Umpan yang diberikan harus mencakupi distribusi ukuran, magnetic susceptibility, dan sifat fisik dan kimianya yang
mempengaruhi gaya-gaya yang berkaitan. Magnetic
Susceptibility (k), yaitu kemampuan suatu mineral untuk menyerap
garis-garis gaya magnet.
0
< k < 1 : mineral paramagnetic
0 > k : mineral diamagnetic
k > 1 :
mineral ferromagnetic
2.2 Klasifikasi Sifat Kemagnetan Material
Berdasarkan pada prinsip pemisahan mineral dengan
konsentrasi magnetik, maka material yang ada di alam digolongkan ke dalam
golongan berikut.
1.
Ferromagnetic, yaitu suatu material yang
dapat ditarik oleh kekuatan medan magnet sebesar 1000-20000 gauss. Material ferromagnetic ini memiliki sifat yang
dapat ditarik kuat oleh medan magnet dan sifat magnetic susceptibility bernilai tinggi. Contoh
bijih atau bahan galian yang bersifat ferromagnetic
adalah magnetit (Fe3 O4), ilmenit,
franklinite (strongly magnetic) yang akan diolah menjadi besi, nikel, kobalt,
gadolinium dan baja. Sifat
ferromagnetic timbul apabila bahan
galian berupa fasa padat, namun sifat ini dapat hilang apabila bahan galian
berubah atau berupa fasa cair, gas, atau fasa padat yang mempunyai suhu yang
sangat tinggi yang melampaui suhu batanya atau yang dikenal dengan suhu curie.
2.
Parramagnetic, yaitu suatu material yang
dapat ditarik oleh kekuatan medan magnet sebesar 200-1000 gauss. Material paramagnetic
merupakan material yang memiliki nilai magnetic
susceptibility yang rendah. Sifat paramagnetic hampir sama
dengan ferromagnetic namun kekuatan
magnet dalam paramagnetic lebih lemah
dibandingkan dengan kekuatan magnet pada ferromagnetic.
Contoh bijih yang bersifat paramagnetic
adalah hematit (Fe2O3), ilmenit (SeTiO3),
pyrhotit (FeS), siderit, limonit (weakly magnetic).
3. Diamagnetic, yaitu
merupakan bahan galian
yang hanya sedikit sekali tertarik oleh garis- garis pada medan magnet atau
ditolak di sepanjang garis gaya magnet, jika mineral tersebut berada di dalam
medan magnet. Hal ini disebabkan karena bahan galian tersebut sulit untuk
menyesuaikan dengan medan magnet yang ada di sekitarnya, karena sifat
kemagnetannya yang berubah-ubah. Contoh bijih atau bahan galian yang bersifat diamagnetic adalah kwarsa (SiO2)
dan feldspar [(NaKAl) Si3O8], garnet, pyrit, kuarsa, kalsit,
cassiterite (non magnetic).
Pemilihan proses pemisahan
magnetik dengan cara basah ataupun kering, tergantung pada beberapa faktor, di antaranya adalah ukuran butiran.
Apabila ukuran butir mineral cukup halus, maka biasanya pemisahan dilakukan
dengan cara basah agar debu yang dihasilkan menjadi berkurang.
2.3 Alat- alat yang Digunakan dalam Magnetic Separation
Pada
umumnya, Magnetic Separator dibagi
menjadi 4 jenis yaitu :
·
Low Intensity Magnetic Separator
Jenis
separator ini memisahkan mineral
berdasarkan perbedaan sifat kemagnetan yang sangat besar. Contohnya adalah pemisahan mineral
diamagnetik dan ferromagnetik
·
High Intensity Magnetic Separator
Jenis
separator ini memisahkan mineral
berdasarkan perbedaan sifat kemagnetan yang cukup besar. Contohnya adalah
pemisahan mineral diamagnetik dan paramagnetik
·
High Gradient
Jenis
separator ini memisahkan mineral
berdasarkan perbedaan sifat kemagnetan yang kecil. Contohnya adalah pemisahan
mineral paramagnetik dengan paramagnetik atau ferromagnetik dengan ferromagnetik
·
Super Conducting
Jenis
separator ini memisahkan mineral
berdasarkan perbedaan sifat kemagnetan yang sangat kecil. Contohnya adalah
pemisahan mineral ferromagnetik dengan ferromagnetik yang superkonduktor
Dalam proses Magnetic Separation alat-alat yang
digunakan dalam proses ini terbagi menjadi 2 yaitu Primary Magnet Type dan Secondary
/ Induction Magnet Type.
Komentar
Posting Komentar